If You Like This Post, Share it With Your Friends

Seni Mempengaruhi Alam Bawah Sadar (Part I)

30 Jul 2015 - 22:38 WIB

Hai para pembaca yang budiman dan budiwati :) , pada kesempatan ini saya akan membahas salah satu teknik atau seni berbicara yang bahasa kerennya Linguistic Deception Art, cukup keren bukan???iyalah bilang biar cepat… wkwkw ohh tapi ini belum keren bro, sebelum Anda membaca keseluruhannya. intro dulu ya… Sebagai makhluk sosial, kita pasti tidak akan lepas dari komunikasi apakah itu dengan bahasa verbal maupun bahasa tubuh, ya memang benar kata orang-orang kalau orang yang sudah bisa berbicara dengan baik belum tentu bisa berkomunikasi dengan baik, karena komunikasi lebih ke arah bagaimana kita bisa menyampaikan ide dengan baik, merespon dengan baik dan menjadi pendengar yang baik. Tahukah Anda kalau kata-kata yang keluar dari mulut kita memiliki sebuah kekuatan yang sangat luar biasa? Dengan kata-kata, kita bisa membantu menyelesaikan masalah orang lain, dengan kata-kata kita bisa membuat orang melakukan apa keingininan kita. Dengan kata-kata melalui hipnotis seseorang dapat menyuruh orang lain melakukan apa saja, hehe tapi tenang yang saya tulis ini bukan tentang hipnotis kok walau agak menyenggol sedikit. Langsung saja, Linguistic Deception Art dapat diartikan sebagai seni komunkasi psikologis yang berisi tentang bagaimana mengungkapkan pendapat, masukan, gagasan, perintah atau pernyataan kepada orang lain agar lebih mudah diterima orang lain. Kata agar lebih mudah diterima orang lain ini yang perlu digaris bawahi karena itulah tujuan seni ini. Seperti seni lain misalnya seni bela diri, tentu seni perlu diasah dan dilatih, tentunya semua orang tau bagamana memukul, tetapi dengan seni beladiri seseorang bisa tahu cara memukul dengan tepat dan terarah, begitu juga dengan seni berkomunikasi ini kita diajarkan untuk berkomunikasi dengan tepat sehingga lawan bicara kita dapat memahami dan menerima gagasan kita. Ada 11 teknik Linguistic Deception Art: 1.Two Sides Triangle (Segitiga Dua Sisi) 2.One Side Triangle (Segitiga Satu Sisi) 3.Masukan bawah sadar (induksi dan deduksi) 4.Keuntungan yang datang setelah kegunaan 5. Pilihan yang melarang: PilihanLarangan 6.Ancaman Pihak Ketiga 7.New Resources (Informasi Baru) 8.The Confusing Double Question (Perumpamaan) 9.Magical Eraser (Penghapus Ajaib) 10.Perbandingan Massa 11.Great Wording (Penggunaan Kata yang Tepat) Kali ini saya akan membahas yang menurut saya cukup sering kita temukan sehari-hari, yaitu teknik Masukan Bawah Sadar, ya bagaimana pernyataan kita bisa masuk ke alam bawah sadar lawan bicara kita. Ternyata tidak perlu tau Hipnotis untuk melakukannya. secara garis beras teknik ini dibagi 2, menjadi: 1. Deduksi Bawah Sadar (Permintaan - Alasan) 2. Induksi Bawah Sadar (Alasan - Permintaan)

1. Deduksi Bawah Sadar (Permintaan - Alasan) Tentunya anda pernah menyuruh/meminta sesuatu kepada orang lain, dengan teknik ini kita meminta secara langsung kepada lawan bicara kitatentang apa yang kita inginkan sebelum memberi alasan dan penjelasan kepada lawan bicara kita. Secara sederhana dapat saya simpulkan sepertimeminta kemudia memberi alasan, contoh kasus seperti ini: Perintah: “Anda harus membeli laptop merek Lenovo ini, karena….bla..bla…” Alasan: “Karena laptop ini memiliki teknologi dan spek yang sangat bagus, sangat cocok untuk pekerja seperti anda.” Permintaan: “Mak, Aku mau kerja di Jakarta,..” Alasan: “Disana banyak peluang kerja dan bisa kerja sambil kuliah nantinya.” Dengan kedua contoh diatas permintaan/perintah diucapkan terlebih dahulu dan disusul dengan alasan atau penjelasan. Dalam beberapa hal teknik Deduksi lebh efektif diucapkan kepada lawan bicara dibanding dengan pola Induksi.

2. Induksi Bawah Sadar (Alasan - Permintaan) Nah, teknik Induksi adalah kebalikan dari teknik Deduksi, dengan menyampaikan alasan terlebih dahulu dan disambung dengan permintaan. Tentunya lawan bicara hanya akan mengerti apa tujuan anda bicara setelah anda mengakhiri kalimat anda. Coba kita simak pendekatan induksi berikut: Alasan: Laptop merek Lenovo cukup bagus, sudah disertai dengan teknologi terbaru dan spek yang cukup tinggi. Permintaan: Anda sebagai pekerja IT harus membelinya segera untuk memudahkan pekerjaan anda. Alasan: Di Jakarta begitu banyak lapangan kerja, dan disana banyak kampus untuk kelas karyawan. Permintaan: Sepertinya Aku harus kerja disana. Dengan teknik induksi sudah pasti lawan bicara anda akan mendengar terlebih dahulu sampai anda benar-benar selesai mengutarakan maksud anda. Berbeda dengan teknik Deduksi yang bisa disanggah saat anda masih mengucapkan permintaan anda, dan jika anda tahu anak-anak cukup pintar menggunakan teknik ini. Alasan: Ma, tadi teman-temanku di sekolah membawa HP Androidnya, disana begitu banyak aplikasi yang bisa mendukung pelajaran. Permintaan: Ma, nanti aku minta ke Papa untuk dibeliin hp android. Boleh ya Ma… Berbeda kasusnya jika dengan teknik Deduksi, “Ma, beliin aku hp android,…” Kemungkinan setelah mendengar itu si Ibu akan terkejut dan langsung menyanggah permintaan si anak. “Ngapain beli hp, mending duitnya buat yang lebih penting sperti beli buku atau buat les” Nah itu terjadi karena si anak secara tidak sengaja sudah menantang lawan bicaranya. Dari contoh di atas kita simpulkan bahwa pendekatan Induksi lebih efektif dalam membujuk secara alam bawah sadar. Kesimpulannya kita harus mengenal lawan bicara kita dan dengan pendekatan apa yang kita gunakan. -Jika kita memiliki power yang lebih kuat dari lawan bicara kita, kita dapat menggunakan teknik Deduksi. Baik juga saat ingin menunjukkan wibawa kita sebagai pembicara, misalnya saat berpidato, presentasi, dsb. -Jika kita memiliki power yang lebih rendah dari lawan bicara kita, atau lawan bicara kita lebih suka menentang dan defensif maka gunakan teknik induksi. Sekian dulu tulisan dari saya untuk teknik lainya akan saya bahas di lain kesempatan, semoga dengan teknik komunikasi dapat agan/aganwati dapat terapkan di kehidupan sehari-hari. Karena manusia tidak akan bisa lepas dari berbicara dan berkomunikasi, ada baiknya kita mengasah kekuatan itu, karena kualitas hidup anda dapat dilihat dari cara anda berkomunikasi. :)


TAGS   teknik atau seni berbicara yang bahasa kerennya / Linguistic Deception Art /


Who Am I?

Dani Royman Simanjuntak
@danijuntak
Karyawan IT sekaligus mahasiswa IT atau sebaliknya, still newbie, belajar belajar dan belajar... never stop dreaming, never stop learning.. HORAS... HORAS... HORAS!!!!

Terbaru

Recent Comment

Arsip